Beranda » 2014 » Mei

Monthly Archives: Mei 2014

Keutamaan Menghafal Al-Qur’an

Hafal Al-Qur’an merupakan impian setiap umat muslim ,banyak sekali keutaman-keutamaan yang didapatkan oleh seorang penghafal Al-Qur’an .Dia akan mendapatkan kemuliaan yang tinggi, hingga akan naik derajatnya di surga sesuai dengan apa yang dibaca dengan tartil dari Kitabullah.Orang tuanya akan mendapatkan mahkota di Akhirat kelak.

Kumpulan Dalil tentang Keutamaan Menghafal AlQuran

“Penghafal Quran akan datang pada hari kiamat dan AlQuran berkata: “Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia. Kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan). AlQuran kembali meminta: Wahai Tuhanku, ridhailaih dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu, bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga). Dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan.” (HR Tirmidzi)

“Orang-orang yang tidak punya hafalan Al-Quran sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mu runtuh.”  (HR Tirmidzi)

“Sebaik-baik orang di antara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya” (HR. Bukhari)

“Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur’an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, ’Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat” (HR. Bukhari)

“Barangsiapa yang membaca (hafal) Al Qur’an, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diwahyukan kepadanya.” (HR. Hakim)

“Adalah nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, “Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al Qur’an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat.” (HR. Bukhari)

Dari Abu Hurairah ia berkata, “Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, “Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,”Aku hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al Baqarah.” Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?” Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, “Benar.” Nabi bersabda, “Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi.” (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa’i)

“Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.” (HR. Muslim)

“Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.” (QS Al-Ankabuut 29:49)

“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)

“Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah menghormati orang tua yang muslim, penghafal Al Qur’an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan Penguasa yang adil.” (HR. Abu Daud)

Dari Abi Umamah ra. ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah olehmu Al Qur’an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa’at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya).”” (HR. Muslim)

Dari Abdillah bin Amr bin ’Ash dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Akan dikatakan kepada shahib Al Qur’an, “Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau dulu mentartilkan Al Qur’an di dunia, sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca.” (HR. Abu Daud dan Turmudzi)

“Dan perumpamaan orang yang membaca Al Qur’an sedangkan ia hafal ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat.” (Muttafaqun ‘alaih)

Mereka akan dipanggil, “Di mana orang-orang yang tidak terlena oleh menggembala kambing dari membaca kitabku?” Maka berdirilah mereka dan dipakaikan kepada salah seorang mereka mahkota kemuliaan, diberikan kepadanya kesuksesan dengan tangan kanan dan kekekalan dengan tangan kirinya. (HR. At-Tabrani)

Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (HR. Al-Hakim)

“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an maka baginya satu hasanah, dan hasanah itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR. At-Turmudzi)

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS Faathir 35:29-30)

3 Fitnah Dunia

HARTA TAHTA WANITA
Fitnah dunia telah sedemikian hebatnya mengganas, menyerang dan menguasai pikiran mayoritas umat manusia. Fitnah itu mengkristal menjadi ideologi yang banyak dianut manusia, yaitu materialisme. Rasulullah saw., pada 14 abad lalu telah memprediksinya dalam sebuah hadits yang terkenal disebut dengan hadits Wahn,
”Hampir saja bangsa-bangsa mengepung kalian, sebagaimana orang lapar mengepung tempat makanan. Berkata seorang sahabat, “ Apakah karena kita sedikit pada saat itu ? Rasul saw. bersabda,” Bahkan kalian pada saat itu banyak, tetapi kalian seperti buih, seperti buih lautan. Allah akan mencabut dari hati musuh kalian rasa takut pada kalian. Dan Allah memasukkan ke dalam hati kalian Wahn. Berkata seorang sahabat,” Apakah Wahn itu wahai Rasulullah saw ? Rasul saw, bersabda, “Cinta dunia dan takut mati” (HR Abu Dawud)
Dunia dengan segala isinya adalah fitnah yang banyak menipu manusia. Dan Rasulullah saw., telah memberikan peringatan kepada umatnya dalam berbagai kesempatan, beliau bersabda dalam haditsnya: Dari Abu Said Al-Khudri ra dari Nabi saw bersabda: ”Sesungguhnya dunia itu manis dan lezat, dan sesungguhnya Allah menitipkannya padamu, kemudian melihat bagaimana kamu menggunakannya. Maka hati-hatilah terhadap dunia dan hati-hatilah terhadap wanita, karena fitnah pertama yang menimpa bani Israel disebabkan wanita”(HR Muslim) (At-Taghaabun 14-15).
Macam-macam Fitnah Dunia
Secara umum fitnah kehidupan dunia dapat dikategorikan menjadi tiga bentuk, yaitu: wanita, harta dan kekuasaan.
Fitnah Wanita
Dahsyatnya fitnah wanita telah disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadits. Bahkan surat ‘Ali Imran 14 menempatkan wanita sebagai urutan pertama yang banyak dicintai oleh manusia dan pada saat yang sama menjadi fitnah yang paling berbahaya untuk manusia. Rasulullah saw. bersabda, ” Tidaklah aku tinggalkan fitnah yang lebih besar bagi kaum lelaki melebihi fitnah wanita” (HR Bukhari dan Muslim).
Fitnah wanita dapat menimpa siapa saja dari seluruh level tingkatan manusia baik dari kalangan pemimpin maupun rakyat biasa. Sejarah telah membuktikan kenyataan tersebut. Banyak para pemimpin dunia yang jatuh karena faktor fitnah wanita. Dan fitnah wanita juga dapat menimpa para dai dan pemimpin dai. Bahkan salah satu hadits yang paling terkenal dalam Islam, yaitu hadits niat, sebab keluarnya karena ada salah seorang yang hijrah ke Madinah untuk menikahi wanita yang bernama Ummu Qois. Maka dikenallah dengan sebutan Muhajir Ummu Qois.
Banyak sekali bentuk fitnah wanita, jika wanita itu istri maka banyak para istri dapat memalingkan suaminya dari ibadah, dakwah dan amal shalih yang prioritas lainnya. Jika wanita itu wanita selain istrinya, maka fitnah dapat berbentuk perselingkuhan dan perzinahan. Fitnah inilah yang sangat dahsyat yang menimpa banyak umat Islam.
Ada banyak cerita masa lalu baik yang terjadi di masa Bani Israil maupun di masa Rasululullah saw yang menyangkut wanita yang dijadikan obyek fitnah. Kisah seorang rahib yang membakar jari-jari tangannya untuk mengingatkan diri dari azab neraka ketika berhadapan dengan wanita yang sangat siap pakai, kisah penjual minyak wangi yang mengotori dirinya dengan kotoran dirinya agar wanita yang menggodanya lari, dan cerita nabi Yusuf a.s. yang diabadikan Al-Qur’an. Itu kisah-kisah mereka yang selamat dari fitnah wanita. Sedangkan kisah mereka yang menjadi korban fitnah wanita lebih banyak lagi. Kisah rahib yang mengobati wanita kemudian berzina sampai hamil dan membunuhnya, sampai akhirnya musyrik karena menyembah setan. Kisah raja Arab dari Bani Umayyah yang meninggal dalam pelukan wanita dan banyak lagi kisah-kisah lainnya.
Fitnah Harta
Fitnah dunia termasuk bentuk fitnah yang sangat dahsyat yang dikhawatirkan Rasulullah saw, “Dari Amru bin Auf al-Anshari ra bahwa Rasulullah saw. mengutus Abu Ubaidah bin al-Jarrah ke al-Bahrain untuk mengambil jizyahnya. Kemudian Abu Ubaidah datang dari bahrain dengan membawa harta dan orang-orang Anshar mendengar kedatangan Abu Ubaidah. Mereka berkumpul untuk shalat Subuh dengan Nabi saw. tatkala selesai dan hendak pergi mereka mendatangi Rasul saw., dan beliau tersenyum ketika melihat mereka kemudian bersabda,”Saya yakin kalian mendengar bahwa Abu Ubaidah datang dari Bahrain dengan membawa sesuatu?” Mereka menjawab, ”Betul wahai Rasulullah”. Rasul saw. bersabda, ”Berikanlah kabar gembira dan harapan apa yang menyenangkan kalian, demi Allah bukanlah kefakiran yang paling aku takutkan padamu tetapi aku takut dibukanya dunia untukmu sebagaimana telah dibuka bagi orang-orang sebelummu dan kalian akan berlomba-lomba mendapatkannya sebagaimana mereka berlomba-lomba, dan akan menghancurkanmu sebagaimana telah menghancurkan mereka.” (HR Bukhari dan Muslim).
Pada saat dimana dakwah sudah memasuki wilayah negara, maka fitnah harta harus semakin diwaspadai. Karena pintu-pintu perbendaharaan harta sudah sedemikian rupa terbuka lebar. Dan fitnah harta, nampaknya sudah mulai menimpa sebagian aktifitas dakwah. Aromanya sudah sedemikian rupa tercium menyengat. Kegemaran main dan beraktivitas di hotel, berganti-ganti mobil dan membeli mobil mewah, berlomba-lomba membeli rumah yang mewah dan berlebih-lebihan dengan perabot rumah tangga, lebih asyik bertemu dengan teman yang memiliki level sama dan para pejabat lainnya adalah beberapa fenomena fitnah harta.
Yang paling parah dari fitnah harta bagi para dai adalah menjadikan dakwah sebagai dagangan politik. Segala sesuatu mengatasnamakan dakwah. Berbuat untuk dakwah dengan berbuat atas nama dakwah bedanya sangat tipis. Menerima hadiah atas nama dakwah, menerima dana dan sumbangan musyarokah atas nama dakwah. Mendekat kepada penguasa dan menjilat pada mereka atas nama dakwah dan sebagainya.
Dalam konteks ini Rasulullah saw. dan para sahabatnya pernah ditegur keras oleh Allah karena memilih mendapatkan ghonimah dan tawanan perang, padahal itu semua dengan pertimbangan dakwah dan bukan atas nama dakwah. Kejadian ini diabadikan Al-Qur’an surat Al-Anfaal (8): 67-68, “Tidak patut, bagi seorang nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu)…”
Fitnah Kekuasaan
Fitnah kekuasaan biasanya menimpa kalangan elit dan level tertentu dalam tubuh umat. Fitnah inilah yang menjadi pemicu fitnah kubra di masa sahabat, antara Ali r.a. dengan siti Aisyah r.a. dalam perang Jamal, antara Ali r.a. dengan Muawiyah r.a. dalam perang Siffin, antara Ali r.a. dengan kaum Khawarij.
Fitnah kekuasaan ini juga dapat menimpa gerakan dakwah dan memang telah banyak menimpa gerakan dakwah. Para aktifis gerakan dakwah termasuk para pemimpin gerakan dakwah adalah manusia biasa yang tidak ma’shum dan tidak terbebas dari dosa dan fitnah. Yang terbebas dari fitnah dan kesalahan adalah manhaj Islam. Sehingga fitnah kekuasaan dapat menimpa mereka kecuali yang dirahmati Allah. Kecintaan untuk terus memimpin dan berkuasa baik dalam wilayah publik maupun struktur suatu organisasi adalah bagian dari fitnah kekuasaan.
Fitnah kekuasaan yang paling dahsyat menimpa aktifis dakwah adalah perpecahan, saling menjatuhkan, saling memfitnah bahkan saling membunuh. Dan semua itu pernah terjadi dalam sejarah Islam. Semoga kita semua diselamatkan dari semua bentuk fitnah ini.
Untuk mengantisipasi semua bentuk fitnah dunia ini, maka kita harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dan berlindung dari keburukan fitnah dunia. Mengokohkan pribadi kita sehingga menjadi jiwa rabbani bukan jiwa maadi (materialis) dan juga bukan jiwa rahbani (jiwa pendeta yang suka kultus). Disamping itu kita harus mengokohkan pemahaman kita tentang hakekat dunia, risalah manusia dan keyakinan tentang hisab dan hari akhir.
1. Hakekat Harta dan Dunia
· Kesenangan yang menipu. [QS. Ali Imran (3): 185]
· Kesenangan yang terbatas dan sementara. [QS. Ali Imran (3): 196-197]
· Jalan atau jembatan menuju akhirat, Rasulullah saw bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir.” (HR Bukhari dari Ibnu Umar)
Manusia diciptakan Allah sebagai pemimpin yang harus memakmurkan bumi. Maka mereka harus menguasai dunia atau harta bukan dikuasai oleh harta. Sebagaimana doa yang diungkapkan oleh Abu Bakar r.a., ”Ya Allah jadikanlah dunia di tanganku, bukan masuk ke dalam hatiku.” Seperti itulah seharusnya seorang pemimpin. Memberi teladan tentang pengorbanan total dengan segala harta yang dimiliki, bukan malah mencontohkan kepada pengikutnya mengelus-elus mobil mewah dengan hati penuh harap bisa memiliki.
2. Meyakini hari Hisab dan Pembalasan.
Manusia harus mengetahui dan sadar bahwa kekayaan yang mereka miliki akan dihisab dan dibalas di akhirat kelak. Bahkan semua yang dimiliki dan dinikmati manusia baik kecil maupun besar akan dicatat dan dipertanggungjawabkannya. Oleh karenanya mereka harus berhati-hati dalam mencari harta kekayaan dan dalam membelanjakannya.
3. Sadar dan menyakini bahwa kenikmatan di akhirat jauh lebih nikmat dan abadi.
Rasulullah saw bersabda: ”Allah menjadikan rahmat 100 bagian, 99 bagian Allah tahan dan Allah turunkan ke bumi satu bagian. Satu bagian itulah yang menyebabkan sesama mahluk saling menyayangi sampai kuda mengangkat telapak kakinya dari anaknya khawatir mengenainya.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Begitulah, kenikmatan paling nikmat yang Allah berikan di dunia hanyalah satu bagian saja dari rahmat Allah swt sedangkan sisanya Allah tahan dan hanya akan diberikan kepada orang-orang beriman di surga.
Dan kesimpulannya agar kita terbebas dari fitnah dunia, maka kita harus membentuk diri kita menjadi karaktersitik rabbaniyah bukan madiyah dan juga bukan rahbaniyah. Jiwa inilah yang selalu mendapat bimbingan Allah karena senantiasa berintraksi dengan Al-Qur’an baik dengan cara mempelajarinya maupun dengan cara mengajarkannya.
Wallahu a’lam

 

Bagaimana Cara Menghafalkan Al-Quran

Kali ini kita belajar menghafal Al-Qur’an dari salah seorang saudara muslim nun jauh di Amerika ,beliau adalah Nihal Khan ,Nihal lahir dan dibesarkan di New Jersey dan meraih gelar sarjana di bidang Psikologi dan minor dalam Bisnis dari Montclair State University dan diploma dalam bahasa Arab dari Bayyinah Institute. Dia mulai menghafal Al-Qur’an di Darul Uloom New York dan selesai pada usia tujuh belas di Saut al-Furqan Academy di Teaneck, New Jersey. Dia lalu melanjutkan kegiatanya untuk memimpin shalat Taraweh setiap tahun sejak saat itu. Seiring dengan kemampuanya yang mampu menghafalkan 30 Juz Al-Qur’an, Nihal dipanggil untuk menjadi  Asisten Imam di daerah Bergen County untuk menggantikan imam utama ketika berhalangan hadir. Saat  ini ia bekerja sebagai Chaplain Muslim di penjara county di New Jersey dan juga mengajar di Univeritas Pendidikan  di Studi Agama.

Berikut adalah metode yang Beliau sampaikan

Menghafal Al-Qur’an

Dalam menghafalkan Al-Qur’an kita harus memahami 3 hal,yaitu :
1 ) Pelajaran Baru ,
2 ) Hafalan Baru ,
3 ) Hafalan yang sudah lama (Tua) .

Saya akan memberikan penjelasan singkat pada masing-masing kategori dan kemudian akan menunjukkan kepada Anda bagaimana cara mengahafal dan menambah hafalan . Harus kita pahami bahwa  untuk  menghafal Al Qur’an untuk jangka yang panjang adalah proses yang memakan waktu kurang lebih sebulan. Setelah Anda menghafal sebuah ayat , tidak akan mudah  sampai Anda mengulanginya beberapa kali sampai masuk benar-benar masuk  bagian yang paling dalam di dalam otak kita .

1.Pelajaran baru
Ini adalah langkah awal ketika Anda ingin menghafal . Jika Anda ingin serius tentang menghafal , Anda harus mengikuti tips ini persis seperti yang tertulis di bawah ini .
1 ) Bacalah tiap  halaman minimal 10 kali.
2 ) Membaca ayat pertama pada sebanyak 10 kali sambil sesekali melihatnya
3 ) Sekarang membaca ayat yang sama 10 kali tanpa melihatnya , sampai Anda dapat membacanya tanpa kesalahan .
4 ) Mulailah menggabungkan ayat . Ucapkan pertama dan kedua ayat bersama-sama tanpa melihat dan tanpa kesalahan .
5 ) Tetap menggabungkan ayat pada halaman . Setiap kali Anda menghubungkan ayat baru , kembali ke bagian atas halaman dan baca sampai ayat yang telah Anda hafal .
6 ) Ketika Anda mencapai ayat terakhir, mengulang semua hafalan Anda.
7 ) Setorkan hafalan. Anda tidak boleh membuat kesalahan .
8 ) Anda harus mengulangi hafalan beberapa kali ,sampai benar-benar tersimpan didalam otak Anda .

2.Hafalan Baru
Ini adalah jumlah Qur’an yang telah Anda hafal dalam 30 hari terakhir . Perhatikan hal ini dengan serius ,karena akan menentukan apakah ayat yang telah Anda hafal akan bertahan dalam waktu yang lama dalam hidup Anda atau tidak . ( Mempertahankan / Mengulang Al- Qur ʾ an adalah proses 25 hari . Setelah itu 25 hari , meninjau sebulan sekali akan cukup . Hal ini akan mengarah pada ‘ hafalan lama’ yang akan kita  bahas selanjutnya.
1 ) Anda harus muroja’ah hafalan Anda dan menyetorkanya kepada seseorang yang ahli dalam membaca Al-Qur’an.
2 ) Jika dalam sehari Anda telah berhasil menghafalkan 1 halaman ,maka yang harus Anda lakukan adalah muroja’ah dan menyetorkanya kepada sesorang sampai benar-benar tidak ada kesalahan.
3 ) Dari titik ini , apa pun yang Anda menghafal , itu harus dibaca setiap hari . Ketika saya mengatakan membaca , itu berarti terakhir untuk diri sendiri tanpa kesalahan dan dibacakan kepada orang lain .
4 ) Jika karena alasan tertentu Anda tidak meninjau ‘ hafalan baru’ Anda untuk hari itu , maka jangan menghafal ayaat baru. Anda menuangkan air ke dalam cangkir w / lubang . Setiap hari Anda tidak meninjau ‘ menghafal baru , ‘ Anda membuat lubang di cangkir Anda lebih besar dan lebih besar sampai Anda tidak akan ingat apa-apa ! ( Jika Anda tidak meninjau halaman selama tujuh hari berturut-turut , kembali ke ‘ pelajaran baru ‘ dan kembali menghafal halaman) .
5 ) aku terdengar agak berlebihan di sini , karena saya tidak bisa berbaring lagi penting pada berapa banyak yang Anda butuhkan untuk meninjau ‘ hafalan baru . ‘ Itu akan membuat / istirahat hifdh Anda .
6 ) Jika Anda menghafal halaman sehari, Anda akan menyelesaikan juz dalam 20 hari . Setelah dua puluh hari , butuh waktu lima hari ekstra untuk meninjau seluruh juz dengan seseorang mahir .
7) juz Anda sudah hafal sekarang akan dianggap sebagai bagian dari Anda menghafal tua. ‘

Menghafal tua
Ini adalah apa pun yang Anda telah memeriksa setidaknya dua puluh lima hari berturut-turut . Jumlah yang Anda meninjau tergantung pada seberapa banyak Anda telah hafal Al-Qur’an . Setelah Anda hafal Al-Qur’an ( yang saya berdoa adalah segera untuk kalian semua berusaha menghafalnya ) , pelajaran baru dan hafalan baru akan datang untuk berhenti , dan Anda akan ditinggalkan dengan menghafal tua . Hal ini akan terus berlanjut selama kiri kehidupan kita sampai maut tidak memisahkan kita .
1 ) Harian

Antara 1-3 juz , Anda harus meninjau lima halaman setiap hari .
Antara 4-7 juz Anda harus meninjau 10 halaman ( yang sama dengan setengah juz ) setiap hari .
Antara 7-15 juz , Anda harus meninjau 20 halaman (yang sama dengan satu juz ) setiap hari .
Antara 15-20 juz , Anda harus meninjau 30 halaman ( yang sama dengan 1,5 juz ) setiap hari .
Antara 20-30 juz , Anda harus meninjau 60 halaman ( yang sama dengan 2 juz ) setiap hari .
2 ) Baca juz untuk diri sendiri kemudian membacakan kepada guru / Hafidh .
Proses ini akan terus berlanjut selama sisa hidup Anda .
3 ) Dalam ‘ menghafal lama , ” Anda tidak harus mendapatkan lebih dari empat kesalahan , atau empat gagap dalam juz a .

Sebuah kesalahan mengklasifikasikan sebagai salah membaca sesuatu dan tidak mampu untuk memperbaikinya . Sebuah gagap mengklasifikasikan membaca sesuatu tidak benar , yang dikirim kembali beberapa ayahs untuk memperbaikinya , dan akhirnya membaca dengan benar . Pada saat yang sama , Anda harus membuat lebih dari satu kesalahan atau satu gagap untuk setiap lima halaman yang Anda baca .
pernyataan Penutup
Ketika saya menemukan sebuah ayat menjadi keras , saya akan melihat ke mushaf dan menulis di suatu tempat . Pada saat saya juga akan mendengarkan bacaan untuk memudahkan menghafal bagi saya ( saya sarankan Sh . Husary ) . Kadang-kadang mencari dan mengulanginya tidak akan membuat ayat tongkat , sehingga melakukan apa pun untuk mengingatnya !
Jika Anda goyah agak di menghafal lama , itu ok. Hanya jangan lewatkan dua sampai tiga hari sekaligus. Membaca Al-Qur’an merupakan usaha seumur hidup .
Meninjau lebih penting daripada menghafal .
Fokus pada menyempurnakan ‘ pelajaran baru’ dan ‘ hafalan baru . ‘
Jika Anda merasa beberapa bagian tidak kuat , memberikan preferensi untuk meninjau bagian itu daripada menghafal sesuatu yang baru .
Membaca sesuatu sehari-hari. Tidak hanya harus kita lakukan ini sebagai mahasiswa hifdh , tetapi harus kebiasaan kita sebagai Muslim . Saya katakan , jangan mengatakan ” Saya sudah hafal jumlah x Qur’an hari ini , jadi tidak perlu membaca dan merenungkan . ” Beberapa waktu untuk membaca dan merenungkan beberapa ayat harian Mengambil .

Ini adalah metode yang optimal yang saya temukan mudah untuk diriku sendiri untuk menghafal . Hal itu dirumuskan dalam pikiran saya empat belas tahun sebagai mahasiswa Qur’an yang merasa sulit untuk menghafal buku Allāh itu . Aku bertanya bantuan Allāh , dan saya merasa metode ini adalah jawabannya .
Saya berharap Allāh memfasilitasi menghafal buku -Nya bagi Anda semua , dan memberkati Anda dengan Ramadhan positif tak terlupakan di mana Anda mencapai semua tujuan hidup Anda .

Tabarak dan Yazid Tamamuddin

“Dan telah Kami mudahkan al-qur’an untuk diingat (dijadikan peringatan), maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran.” (QS. Al-Qamar : 17)

Pada dasarnya Allah telah memudahkan manusia untuk menghafal al-qur’an. Menghafal menjadi sulit ketika seseorang tidak mempunyai motivasi yang kuat dan tidak mampu menghindari perbuatan maksiat.

Dalam al-qur’an, Allah telah berjanji bahwa Dia akan menjaga kemurnian dan keotentikan itu sendiri lewat para penghafal al-qur’an.

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-qur’an, dan Kami (pula) yang menjaganya.”
(QS. Al-Hijr : 9)

Salah satu kisah yang menarik untuk disimak adalah kisah Tabarak dan Yazid Tamamuddin, kakak beradik yang tinggal di Jeddah. Mereka berdua berhasil menjadi seorang hafizh -julukan bagi orang yang sudah hafal al-qur’an- ketika keduanya baru berusia empat tahunan.

Tabarak dan Yazid di menara Bosowa

Tabarak, Yazid dan Zainah di Menara Bosowa, Makassar

“Dengan karunia dari Allah, Tabarak telah menghafal al-qur’an secara sempurna”, demikian sambutan Dr. Kamil Labudi, pegawai farmasi, ketika berbicara tentang anaknya yang masih berusia empat tahun dan telah mampu menghafal al-qur’an 30 juz dalam kurun waktu satu setengah tahun.”

Beliau juga mengatakan, “Anakku telah menghafal surah al-fatihah dan mu’awwidzatain(al-falaq dan an-naas) ketika usianya belum genap dua tahun. Aku mengambil kesempatan dari kesukaannya akan buah zaitun untuk terus mengulang-ulang membaca surah at-tiin. Aku terus mengulang-ulangi membacakan surah ini selama ia memakan biji-bijian zaitun.”

Tabarak dan Yazid di solo

Tabarak, Yazid dan Zainah beserta Syekh Ali ketika di UNS Solo

Pada awal penikahan, kedua orang tua Tabarak sepakat untuk mengikuti program khusus menghafal al-qur’an. Keduanya mampu menghafal tujuh juz: juz tabarak, juz ‘amma dan surah al-fatihah hingga surah an-nisa’. Hingga kemudian ibunya, Rasya Gayar, berhenti karena hamil dan melahirkan Tabarak. Ini kemudian membuat hanya sang ayah yang meneruskan untuk menghafal al-qur’an secara lengkap. Meski demikian, ibunda Tabarak akhirnya mampu mengkhatamkan al-qur’an bersama anaknya, Tabarak, setelah ia menghafal al-qur’an.

Zainah

Zainah (hafal al-qur’an ketika berusia 5 tahun) dan Mawaddah, adik dari Tabarak dan Yazid

“Selain menghafal al-qur’an, Tabarak juga menghafal Qa’idah an-Nuraniyyah, Qira’ah Sab’ah (kaidah qira’ah yang tujuh), dua nazam (kaidah) tajwid: yang satu terdiri atas lebih dari 150 bait syait, sedangkan yang lain terdiri atas lebih dari 80 bait”, ujar Dr. Kamil.

Beliau senantiasa menemani Tabarak dan teman-temannya selama ia menghafal al-qur’an. Ini terutama karena anak dalam fase usia dini memiliki kekuatan hafalan yang tinggi. Dr. Kamil dan ibunda Rasha menyediakan mereka susu dan kurma, demi menghidupkan sunnah Nabi. Hal ini dilakukan kepada putranya sejak awal ia menghafal.

Penghafal al-qur’an termuda di dunia ini terus mengulang-ulangi bacaan ayat-ayat al-qur’an untuk adiknya, Yazid Tamamuddin, yang lebih muda satu setengah tahun darinya. Adiknya sudah hafal dua belas juz al-qur’an ketika itu. Ia “iri” pada sang kakak yang mendapatkan perhatian lebih dari orang tuanya. Karena itu, sang adik berusaha untuk meniru agar memperoleh hadiah yang telah diberikan ayah ibunya pada kakaknya. Hal inilah yang menjadikan sang adik dapat membaca ayat-ayat al-qur’an, buku, juga koran sebelum ia masuk sekolah.

Mesjid baitullah BI

Di Masjid Baitul Ichsan Bank Indonesia

Syekh ali

Tabarak, Yazid dan Zainah bersama Syekh Ali Jabir di Masjid Baitul Ichsan Bank Indonesia

Dari kisah di atas, setidaknya ada tiga pelajaran penting yang dapat kita ambil.Yaitu pertama, pada hakikatnya semua orang tua berpotensi untuk mencetak generasi yang hafal al-qur’an, tapi semuanya bergantung pada kemauan dan usahanya. Kedua, para penghafal al-qur’an akan dimuliakan oleh Allah baik di dunia maupun di akhirat. Ketiga, menghafal al-qur’an itu tidak mengenal batasan usia. Usia berapa pun dapat dilakukan. Tapi perlu digarisbawahi bahwa para balita tersebut hafal al-qur’an bukan secara otomatis, tapi hasil didikan sejak dini dari orang tuanya. Karena pada usia dini adalah kesempatan emas bagi orang tua untuk melakukan pendidikan yang baik, termasuk mendidik anak untuk cinta dan menghafal al-qur’an.

Foto-foto di bawah ini ketika di Masjid Az-Zikra Sentul, Bogor :

 dr kamil dan putra

 Dr. Kamil beserta putra-putri beliau dan Ust. Salafuddin

Si kecil sedang di tes

 ‘Si kecil’ sedang dites hafalan

Ekspresi ketika di beri buah manggis

 Ekspresi ketika diberi buah manggis

Bersama ustads arifin ilham

Bersama Ust. Arifin Ilham dan Ust. Salafuddin

Semoga bermanfaat dan dapat menginspirasi, serta memotivasi kita  untuk menghafal al-qur’an.

Semoga kita juga dianugerahkan rezeki-Nya berupa anak keturunan yang hafizh dan hafizhah qur’an. Aamiin…

Do’a untuk menghafal Al-Qur’an dan Mencegah Lupa

Secara umum, para penghafal Al-Qur’an bila ditanya mengenai kiat menghafal akan menegaskan bahwa hal tersebut sederhana namun memerlukan komitmen. Diantaranya adalah kelurusan niat, kesungguhan usaha, pengulangan/muroja`ah, dan do`a. Yang disebut terakhir mungkin rentan/banyak terluputkan padahal sudah tentu justru itulah senjata pamungkas bagi setiap mu’min. Di atas segalanya, Al-Qur’an adalah Kalamullah yang diturunkan untuk manusia. Untuk bisa menguasainya maka mintalah karunia itu kepada Allah. Jangan sampai terjebak pada arogansi karena mengandalkan strategi atau kemampuan ingatan semata.
Ibnu Katsir dalam Fadha’ilul Qur’an pada bagian akhirnya mencantumkan Bab Do`a Nabi untuk Menghafal Al-Qur’an dan Mencegah Lupa. Peneliti naskah kitab tersebut (Abu Ishaq Al-Huwaini) mengomentari bahwa secara garis besar hadits padanya tidak shahih dari segi sanad dan matan.* Selagi berhati-hati dalam mengambil hadits tersebut, do`a yang terpetik setidaknya bisa menjadi inspirasi akan hal-hal apasaja yang patut disertakan dalam munajat kita. Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba pilihan-Nya yang mewarisi Al-Qur’an dengan baik. Berikut ini adalah salah satu redaksi haditsnya;
Ibnu `Abbas berkata, “Suatu ketika kami berada di sisi Rasulullah, ketika `Ali bin Abu Thalib datang dan berkata, ‘Ayah dan ibuku kurelakan, Al-Qur’an mudah hilang dari dadaku, aku tidak mendapati diriku mampu untuk membacanya.’ Kemudian Rasulullah berkata, ‘Wahai Abul Hasan, maukah aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat yang dengannya semoga Allah memberimu manfaat, dan memberikan manfaat kepada orang yang engkau ajari serta memantapkan apa yang telah engkau pelajari dalam hatimu?’ Ia (`Ali ra) berkata, ‘Ya, wahai Rasulullah! Ajarkan kepadaku!’ Beliau –shallallahu `alaihi wasallam– berkata, ‘Apabila tiba malam Jum`at, jika engkau mampu bangun pada sepertiga malam terakhir, ketahuilah bahwa waktu itu merupakan malam yang disaksikan (para malaikat), dan do`a pada malam tersebut terkabulkan, dan saudaraku Ya`qub telah berkata kepada anak-anaknya: Aku akan memintakan kalian ampunan kepada Tuhanku (QS Yusuf 98). Ucapan itu terus beliau (Ya`qub as) ucapkan hingga datang malam Jum`at. (Rasulullah saw melanjutkan) Jika engkau tidak mampu maka bangunlah pada pertengahan malam, jika engkau tidak mampu maka bangunlah pada awal malam, kemudian shalatlah empat raka`at dan engkau baca pada raka`at pertama surat Al-Fatihah dan Surat Yasin, dan pada raka’at kedua engkau baca Surat Al-Fatihah dan Surat Ad-Dukhan, dan pada raka`at ketiga engkau baca Surat Al-Fatihah dan Alif Lam Mim Tanzil As-Sajdah, dan pada raka`at keempat engkau baca Surat Al-Fatihah dan Surat Tabarak Al-Mufashshal (Al-Mulk). Kemudian apabila engkau telah selesai dari tasyahud maka pujilah Allah dengan sebaik-baiknya, ucapkanlah shalawat kepadaku serta kepada para nabi dengan sebaik-baiknya, mintakan ampunan untuk orang-orang mu’min laki-laki dan perempuan, serta saudara-saudaramu yang telah mendahuluimu beriman, kemudian ucapkan di akhir semua itu:
اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِتَرْكِ الْمَعَاصِي أَبَدًا مَا أَبْقَيْتَنِي وَارْحَمْنِي أَنْ أَتَكَلَّفَ مَا لَا يَعْنِينِي وَارْزُقْنِي حُسْنَ النَّظَرِ فِيمَا يُرْضِيكَ عَنِّي اللَّهُمَّ بَدِيعَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ وَالْعِزَّةِ الَّتِي لَا تُرَامُ أَسْأَلُكَ يَا أَللَّهُ يَا رَحْمَنُ بِجَلَالِكَ وَنُورِ وَجْهِكَ أَنْ تُلْزِمَ قَلْبِي حِفْظَ كِتَابِكَ كَمَا عَلَّمْتَنِي وَارْزُقْنِي أَنْ أَتْلُوَهُ عَلَى النَّحْوِ الَّذِي يُرْضِيكَ عَنِّيَ اللَّهُمَّ بَدِيعَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ وَالْعِزَّةِ الَّتِي لَا تُرَامُ أَسْأَلُكَ يَا أَللَّهُ يَا رَحْمَنُ بِجَلَالِكَ وَنُورِ وَجْهِكَ أَنْ تُنَوِّرَ بِكِتَابِكَ بَصَرِي وَأَنْ تُطْلِقَ بِهِ لِسَانِي وَأَنْ تُفَرِّجَ بِهِ عَنْ قَلْبِي وَأَنْ تَشْرَحَ بِهِ صَدْرِي وَأَنْ تَغْسِلَ بِهِ بَدَنِي فَإِنَّهُ لَا يُعِينُنِي عَلَى الْحَقِّ غَيْرُكَ وَلَا يُؤْتِيهِ إِلَّا أَنْتَ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ
Ya Allah, rahmatilah aku untuk meninggalkan kemaksiatan selama Engkau masih menghidupkanku, dan rahmatilah aku untuk tidak memperberat diri dengan sesuatu yang tidak bermanfaat bagiku, berilah aku rizki berupa kenikmatan mencermati perkara yang mendatangkan keridha’an-Mu kepadaku. Ya Allah, wahai Pencipta langit dan bumi, wahai Zat yang memiliki keagungan dan kemuliaan serta keperkasaan yang tidak pernah habis. Aku memohon kepada-Mu ya Allah, wahai Zat yang Maha Pengasih, dengan Kebesaran-Mu dan cahaya Wajah-Mu agar mengawasi hatiku untuk menjaga Kitab-Mu, sebagaimana Engkau telah mengajarkannya kepadaku, dan berilah aku rizki untuk senantiasa membacanya hingga membuat-Mu ridha kepadaku. Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Zat yang memiliki kebesaran, kemulian dan keperkasaan yang tidak pernah habis. Aku memohon kepada-Mu ya Allah, wahai Zat yang Maha pengasih, dengan Kebesaran-Mu dan cahaya Wajah-Mu agar Engkau menerangi pandangan mataku dengan Kitab-Mu dan melancarkan lidahku, lenyapkanlah kesusahan dari hatiku, lapangkanlah dadaku dan basuhlah badanku dengan Al-Qur’an, sesungguhnya tidak ada yang dapat membantuku untuk mendapatkan kebenaran selain Engkau, dan juga tidak ada yang bisa memberi kebenaran itu selain Engkau. Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung.
Wahai Abul Hasan, engkau lakukan hal tersebut sebanyak tiga Jum`at atau lima atau tujuh, niscaya engkau akan dikabulkan dengan izin Allah. Demi Zat yang mengutusku dengan kebenaran, Allah tidak akan lupa memberi seorang mu’min.’” `Abdullah bin `Abbas berkata, “Demi Allah, `Ali tidak menunggu waktu lama kecuali hanya lima atau tujuh Jum`at hingga ia datang kepada Rasulullah dalam majelis, kemudian ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, dahulu aku hanya mengambil empat ayat atau sekitar itu dan apabila aku membacanya dalam hatiku maka ayat tersebut hilang, dan sekarang aku mempelajari empat puluh ayat atau sekitar itu, dan apabila aku membacanya dalam hati maka seolah-olah Kitabullah ada di depan mataku. Dan dahulu aku mendengar hadits, apabila aku mengulangnya maka hadits tersebut hilang, dan sekarang aku mendengar beberapa hadits, kemudian apabila aku menceritakan hadits maka aku tidak kehilangan satu huruf pun darinya.’ Kemudian Rasulullah berkata kepadanya, ‘Engkau adalah seorang mukmin, demi Rabb Ka`bah, wahai Abul Hasan.’”
*Hadits riwayat Tirmidzi, ia berkata, sanadnya hasan gharib. Ath-Thabrani juga meriwayatkannya dalam Al-Mu`jam Al-Kabir. Al-Mundziri dalam At-Targhib berkata, berbagai jalur dan sanad hadits ini sangat bagus, sedangkan matan-nya sangat gharib. Al-Hakim (dalam Mustadrak) menjelaskan, shahih sesuai syarat hadits syaikhayni (Bukhari dan Muslim). Adz-Dzahabi mengatakan, hadits munkar, syadz, dikhawatirkan palsu padahal sanadnya bagus. Syaikh Al-Albani menilainya maudhu`. Allahu wa Rasuluhu a`lam.
%d blogger menyukai ini: