Beranda » Umur dan Kesibukan bukan Penghalang » Kakek Umur 57 Tahun Menjadi Hafizh Al-Qur’an

Kakek Umur 57 Tahun Menjadi Hafizh Al-Qur’an

Ketika kita dihadapkan pada kenyataan adanya orang-orang yang hafal Al-Qur’an,sementara kita tidak memiliki hafalan kecuali hanya beberapa surat dan itupun surat-surat pendek yang ada dalam Juz ‘ Amma.Kita sering kali beralasan bahwa kita sudah terlambat karena usia kita yang tidak lagi muda,Atau alasan lainya karena kita bukanlah orang arab atau orang yang tidak memiliki pengetahuan tentang bahasa Arab.Padahal Al-Qur’an menggunakan bahasa Arab sehingga wajar jika kita tidak menghafal Al-Qur’an.

Kenyataan berikut ini menyanggah asumsi yang keliru itu ,baik berkenaan tentang usia maupun status kebangsaan kita sebagai non-Arab,atau “orang ajam” istilahnya.Menghafalkan Al-Qur’an bukanlah monopoli anak muda dan pula kekhususan bagi orang Arab.Siapapun sebenarnya bisa melakukanya.Perhatikan kakek dengan usia kepala lima ini.Ia bukan orang Arab dan bukan orang yang mampu berbahasa Arab dengan baik.Akan tetapi tekadnya untuk menjadi hafizh Al-Qur’an menjadikanya tidak lagi memandang usia dirinya.

Seorang lelaki tua yang bernama Muhammad Abdul Quddus ini ketika berusia 55 tahun bertekad menghafalkan Al-Qur’an .Dua tahun kemudian ,ia pun berhasil merampungkan hafalanya 30 juz Al-Qur’an.Barangkali ia terpancing oleh adanya anak-anak muda yang bisa menghafalkan Al-Qur’an ,termasuk anak-anaknya sendiri.Bahkan,di antara mereka ada yang masih balita ,yang tentu saja belum mampu menangkap kandungan Al-Qur’an dalam persoalan-persoalan yang hanya dapat dipahami oleh orang dewasa.

Ia hanyalah seorang lelaki tua yang merantau dinegeri orang dan tinggal sementara di kota Jeddah,Saudi Arabia.Kisah kegiatanya dalam menghafalkan Al-Qur’an dimulai dengan keikutsertaanya dalam sebuah halaqah Al-Qur’an dibawah bimbingan Syekh Muhammad Syabir Habib,seorang guru Asosiasi Al-Qur’anul karim di Jeddah.Guru Al-Qur’an ini pun menceritakan  tentang sosok lelaki tua yang bertekad menjadi penghafal Al-Qur’an ini,”ketika lelaki tua yang bernama Muhammad Abdul Quddus ini datang,aku sudah dapat menagkap bahwa ia tidak hanya akan menjadi seorang hafizh biasa,Dari sorot kedua matanya ,aku melihat adanya kecintaan ,hasrat,dan antusiasme yang sangat besar untuk meghafalkan Al-Qur’an.Ia bukan hanya ingin menghafal ,melainkan juga ingin memiliki keunggulan.Ia sangat bersungguh-sungguh di dalam mewujudkan apa yang menjadi keinginanya ini.Pada akhirnya,ia pun berhasil mewujudkan impianya menjadi hafizh Al-Qur’an dengan predikat mumtaz.Karena usianya,ia juga tercatat sebagai hafizh tertua di Jeddah di tahun kelulusanya.”

Ternyata ,lelaki tua ini memiliki sembilan anak,laki-laki dan perempuan.Mereka juga aktif dalam halaqah tahfizh Al-Qur’an.Bahkan sebagian dari mereka telah berhasil menjadi penghafal Al-Qur’an ,demi mewujudkan impianya sendiri dan impian ayahnya.Sungguh luar biasa perlombaan yang terjadi dalam sebuah keluarga besar yang sangat bersahaja ini.Impian menjadi penghafal Al-Qur’an benar-benar ingin mereka wujudkan ,dan kemudian mimpi tersebut telah menjadi kenyataan.

Tidak berhenti di situ saja ,bahkan lelaki tua ini slanjutnya ingin meraih ijazah dalam qira’ah serta menjadi seorang guru Al-Qur’an yang menyebarkan ilmu tentang Kitab Allah kepada seluruh generasi muda umat Islam.Ia ingin menekankan kepada mereka agar senantiasa berpegang teguh kepada kitab Allah.Salah satu misi yang diembanya adalah mengenalkan kepada masyratkat bahwa menghafal Al-Qur’an adalah menghafal kitab yang paling agung.Al-Qur’an adalah kalam (firman) Allah,yang merupakan sebaik-baik kalam.Sementara menghafalkanya adalah kemuliaan tersendiri bagi setiap muslim.

Salah satu rahasia yang ia ungkapkan berkenaan dengan kemampuanya di dalam menghafalkan Al-Qur’an dalam masa yang terbilang pendek bagi orang seusianya,ia bercerita,”Aku senantiasa banyak bershalawat kepada Nabi.Aku juga tidak lupa mendoakan ibuku yang ketika itu usianya sudah mendekati seratus tahun.Ia sangat senang ketika berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an.Bahkan ,ia mengungkapkan kepadaku bahwa ia akan meninggal dalam keadaan sangat bahagia dengan prestasi yang aku raih ini,yaitu menjadi hafizh Al-Qur’an.Kini ,ibuku telah tiada,meninggal sekitar dua bulan yang lalu.Semoga Allah memberikan rahmat dan ampunan kepadanya.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: