Beranda » Umur dan Kesibukan bukan Penghalang » Untuk kita renungkan…

Untuk kita renungkan…

Manusia Dihisab Di Akhirat1

Allah SWT menciptakan manusia tidak lain hanya untuk beribadah kepadaNya.Ibadah disiini bukan hanya sebatas sholat ,puasa ,zakat ,namun ibadah yang dimaksud adalah semua  kegiatan  yang diniatkan untuk mendapatkan keridhaNya.Namun terkadang manusia dengan sifat “pelupa”  kadang pura-pura lupa sehingga benar-benar lupa tentang hakikat penciptaanya.Rasulullah SAW benar-benar memahami sifat pelupa umatnya,sehingga beliau dalam sebuah haditsNya berpesan agar sering-seringlah mengingat kematian agar bisa termotivasi untuk beribadah dan mempersiapkan bekal setelah kematian.

Kita semua tahu bahwa Allah SWT menciptakan dunia dan akhirat,Namun lagi-lagi kita sering lupa bahwa dunia mempunyai awal dan pasti akan berakhir setelah kiamat terjadi.Namun sayang seribu sayang karna sifat lupa yang kita miliki membuat kita sering lalai dalam beribadah,masih menganggap sepele kehidupan setelah kematian,masih acuh tak acuh, dan terkadang masih menunda-nunda kebaikan.Ibadah yang akan pertama kali di hisab adalah sholat dan masih banyak juga yang sering lupa waktu,  Sholat itu ibarat kepala pada tubuh,kalau ada orang yang tidak punya kepala , 99 %  sudah tidak hidup dan bernyawa lagi,kalau ada orang yang jalan tidak mempunyai kepala, kita pasti berpikir bahwa dia bukan manusia,pun demikian dengan sholat.Sholat itu identitas seorang muslim.Kalau sholat kita bagus dan diterima insya Allah bagus juga amalan dan ibadah lainya. Di Hari kiamat nanti kita akan ditanya dan dimintai pertanggungjawaban,pertanggung jawaban terhadap anak kita ,bagaimana kita medidiknya ,istri kita ,harta yang kita miliki akan di hisab,amal-amal kita akan dihisab,umur kita akan di hisab semuanya akan dihisab.

Pada zaman Rasulullah SAW  menyembah berhala-berhala dilakukan secara terang-terangan ,berbeda dengan sekarang manusia-manusia banyak yang di perbudak oleh harta ,jabatan ,hawa nafsu,syahwat dan lain-lain yang sama sekali tidak mereka sadari,mereka sangat mencintai dunia,seolah-olah mereka akan hidup selama-lamanya ,dalam sebuah hadits Diriwayatkan dari Tqausan r.a Rasulullah SAW bersabda: “akan terjadi, bersatunya bangsa-bangsa didunia menyerbu kalian seperti sekelompok orang menyerbu makanan”. Salah seorang sahabat bertanya: “apakah karena jumlah kami dimasa itu sedikit”. Rasulullah menjawab : “jumlah kalian banyak tapi seperti buih dilautan. Allah mencabut rasa takut dari dada musuh-musuh kalian dan Allah menanamkan penyakit ‘wahan’ dalam hati kalian.” Lalu ada yang bertanya lagi :“apakah penyakit ‘wahan’ itu ya rasulullah?” Beliau bersabda : “ Cinta kepada dunia dan takut mati!”

Rasulullah SAW sebagai panutan kita jauh sebelum kita dilahirkan telah merisaukan keadaan umatnya kelak ,beliau tidak merisaukan kita atas kemiskinan kita ,tidak merisaukan status sosial kita ,tidak merisaukan sandang ,papan dan pangan kita di dunia,tetapi beliau merisaukan bagaimana kita selamat di kehidupan akhirat,sampai di akhir hayatnya kalimat terakhir yang Beliau ucapkan adalah ummati..ummati..ummati.Saking risau dan sayangnya Beliau kepada kita.Buktikan bahwa kita juga mencintai Rasullullah SAW ,masih banyak saudara-saudara kita yang belum sholat ,dan melakukan maksiat terang-terangan,rangkul mereka doakan mereka.Jadikan dakwah sebagai tanggung jawab kita,ikut majelis-majelis Ilmu,tarbiah , Liqo dan aktifitas-aktifatas bermanfaat lainya.Siapa yang tidak kenal Umar bin Khattab ,siapa yang tidak kenal Abdullah bin Harits,khalid bin Walid,dahulu sebelum memeluk islam para sahabat tersebut sangat membenci Rasulullah SAW dan bahkan berniat membunuh beliau,namun berkat dakwah,do’a Rasulullah SAW dan hidayah dari Allah SWT mereka menjadi sahabat yang dimuliakan.

Marilah kita sama-sama hisab-hisab apa yang telah kita lakukan ,dan terus-menerus berniat untuk memperbaiki diri ,semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk keselamatan kita di dunia yang sementara dan akhirat selama-lamanya ..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: