Beranda » 2015 » Juli

Monthly Archives: Juli 2015

[Interview] Inspiring Tips to Memorize the Qur’an

Mrs. Iffath Hasan, over 55 years old, is originally from Hyderabad, India. She first moved to Canada with her husband before settling down in Chicago, United States. The mother of two sons has not just memorized the Qur’an, but she also teaches young girls memorization of the Qur’an and the Arabic language at the Institute for Islamic Education in Chicago, Masha Allah!

In this interview with Productive Muslimah and Rayhaanah Omar, we talked about how she was inspired to become a Hafidhah. She also shares productive tips that help one stay focused on the goal of memorizing the Qur’an. We hope she inspires you too!

Hafidhah Iffath, please tell us when and how did you begin memorizing the Qur’an?

I memorized the Qur’an at the age of 37. Generally, during difficult situations in our lives, we happen to connect with Almighty Allah. So this was one of those situations that I was going through, and I really wanted Allah to answer my prayer. I would wake up for Tahajjud and make my heartfelt duas. With the barakah of Tahajjud, Allah granted me my wish.
(lebih…)

Iklan

Wahai Anakku, Cintailah Al-Qur’an!

30-juz1

Apapun profesimu ,pegang teguhlah Al-Qur an dan hafalkan

Sebelum kita memberi tugas kepada anak-anak kita untuk menghafal Al-Qur’an, maka terlebih dahulu kita harus menanamkan rasa cinta terhadap Al-Qur’an. Sebab, menghafal Al-Qur’an tanpa disertai rasa cinta tidak akan memberi faedah dan manfaat. Bahkan, mungkin jika kita memaksa anak untuk menghafal Al-Qur’an tanpa menanamkan rasa cinta terlebih dahulu, justru akan memberi dampak negatif bagi anak. Sedangkan mencintai Al-Qur’an disertai menghafal akan dapat menumbuhkan perilaku, akhlak, dan sifat mulia.

Mengajarkan Al-Qur’an kepada anak adalah hal yang paling pokok dalam Islam. Dengan hal tersebut, anak akan senantiasa dalam fitrahnya dan di dalam hatinya bersemayam cahaya-cahaya hikmah sebelum hawa nafsu dan maksiat mengeruhkan hati dan menyesatkannya dari jalan yang benar.

(lebih…)

Al-Quran sebagai pedoman hidup

alquran

Pada hari ini saya telah mendapatkan tempat definitif di tempat baru ,saya sadar hidup dengan meninggalkan istri yang sedang hamil sangat mengganggu kehidupan saya di kota pahlawan ini.

Hari pertama berjalan lancar ,saya ditempatkan di pelabuhan Tanjung Perak di bagian gate. Sistemnya system shift pagi, siang dan malam.Hidup kadang tidak seperti apa yang kita inginkan ,sehingga saya selalu berusaha berpikir positif dan mengambil setiap hikmah yang terjadi.Rencana saya di Surabaya adalah menyelesaikan studi / kuliah jenjang sarjana,sembari mencari peluang usaha dan mengumpulkan modal.

Meninggalkan isteri yang sementara mengandung sangat berat,Saya sangat bersyukur memiliki istri yang mau menerima saya apa adanya ,dan tidak pernah menuntut banyak.Saya berkomitmen untuk membangun keluarga yang islami dan generasi Qur’ani,sehingga investasi terbesar dalam hidup seorang orang tua dan keluarga adalah anak sholeh yang mampu memberikan syafaat di akhirat kelak.Seseorang jika tidak memiliki arah dan visi yang jelas dalam memandang hidupnya didunia akan mudah goyah ,entah itu jiwa ataupun tujuan hidupnya.Sedini mungkin saya ingin menanamkan anak saya pendidikan tentang Al-Qur’an.Sejak istri mulai mengandung ,saya mendoakan dan membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an,setiap hari,kalaupun saya tidak ada kadang istri yang membacakan.Sekali lagi saya sangat-sangat bersyukur memiliki istri yang senantiasa istiqomah membacakan Al Qur’an kepada Calon anak kami.Kami sadar ini merupakan kerja panjang dan butuh fokus,kesabaran dan istiqomah yang tinggi .Olehnya itu tugas utama saya sebagai Kepala Madrasah untuk anak dan istri saya adalah senantiasa mendoakan ,membimbing dan mencari reski yang benar-benar halal untuk mereka.Sedangkan isteri sebagai madrasah langsung dari anak kami adalah memberikan pendidikan akhlak dan contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
(lebih…)

%d blogger menyukai ini: