Beranda » 2015 » Agustus

Monthly Archives: Agustus 2015

Islam Yang dianggap Asing

sujud-2xoca7ornl3j2e2w9pj5kw

“Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana munculnya. Karena itu, beruntunglah orang-orang yang ‘asing’.” (HR Muslim)

Mungkin sebagian dari kita sudah tidak asing lagi dengan hadits tersebut,dimana orang yang bersungguh-sungguh dalam menjalankan islam secara kaffah akan dianggap sebagai orang asing.Akan ada zaman ketika melaksanakan tuntunan menjadi tontonan. Akan ada masa tatkala menunaikan keta’atan kepada Allah ‘Azza wa Jalla dianggap sebagai keanehan. Akan ada saat manakala bersungguh-sungguh dalam memenuhi kewajiban agama dipandang sebagai perilaku berlebihan dan bahkan melampaui batas. Akan datang suatu masa saat berpegang teguh kepada dienul Islam ini dianggap ketidakwarasan. Mereka asing di mata manusia, dan manusia pun mengasingkannya. Tetapi mereka adalah sebaik-baik manusia.
(lebih…)

Iklan

Mari Menghafal Al-Qur’an

cropped-30-juz11.jpg
Tidak ada kitab suci, selain Al-Qur’an yang mudah dihafal dan dipahami. Itu sudah menjadi jaminan Allah Swt dalam memberi kemudahan bagi hamba-Nya, khusus umat Islam dalam mempelajari Al-Qur’an.
Pertama, sebelum menghafal al-Qur’an, kata Ustadz Arham, hendaknya kita menanamkan diri sifat ikhlas dan memahami keutamaan Al-Qur’an. Jika kita ikhlas, Insya Allah, akan ada jalan dan kemudahan untuk menghafal al-Qur’an.

“Dalam pandangan Allah, seorang hafizh (penghafal) al Qur’an memiliki derajat yang tinggi. Sampai-sampai saat Perang Uhud, Rasulullah mencari siapa diantara sahabatnya yang paling banyak hafalan al-Qur’annya,” kata ustadz yang juga seorang hafizh.
(lebih…)

Belajar dari Nadiatul Izzah

10981660_812116055529798_2051476792791326952_n 10929937_812116152196455_1287339711611602979_n 10922864_812116105529793_6128170785900160641_n

NADIATUL IZZAH
Pencapaian yang menakjubkan

Nadia sangat ingin mondok di Al-Hikmah Bogor, sejak kelas 4 SD ia sdh beberapa kali datang ke Bogor untuk mendaftarkan diri. Akan tetapi saat itu Al-Hikmah belum memiliki program untuk putri. Kami memintanya bersabar. “ sekarang fokus saja dulu untuk menyelesaikan SD ya” demikian jawaban kami saat itu.

 

Sejak menamatkan SDIT nya Nadia tinggal dirumah, tidak melanjutkan sekolah. Bukan karena ia malas sekolah. Nadia seorang siswi yang rajin belajar, dan itulah sebabnya ia selalu juara di SDIT nya, ia jarang terlempar dari ranking dua. Ia tak sekolah, bukan karena orangtuanya tak mengerti arti pendidikan. Umminya seorang guru di SDIT. Dan ayahnya seorang staf keuangan di sebuah Rumah Sakit Swasta. Nadia dan kedua orangtuanya sepakat tidak sekolah formal karena mereka tidak percaya kurikulum diknas maupun depag yang diterapkan disekolah. Mereka tidak percaya jika sistem pendidikan disekolah umum bisa efektif meningkatkan kecerdasan dan membangun karakter islam.

Diusianya yang baru 12 tahun, ia sudah memerankan seorang ibu. mengurus adiknya yang masih bayi. Memasak untuk untuk kedua orang tuanya dan merawat rumah. Dari pagi sampai sore ummi Nadia ngajar di SDIT dan Abinya kerja dikantor. Sedang kedua kakak laki-lakinya mondok dipesantren Tahfidz Qur’an. Praktis, dari senin sampai jum’at, beban mengurus bayi dan merawat rumah jatuh pada Nadia.
(lebih…)

Kisah Ahmad Yasin umur 9 tahun hafal Al-Qur’an

Ahmad Yasin namanya ,baru-baru ini beliau berhasil menyelesaikan hafalanya di usia 9 tahun yang masih tergolong sangat muda .Siapa yang tidak bangga dan terharu ketika mempunyai anak ataupun keluarga yang bisa menjadi hafish.berikut adalah kisah seputar Ahmad Yasin yang kami kutip dari situ bersamadakwah.net

Ahmad+yasin Yasin-dan-kedua-orangtuanya-Facebook-Adam-Ibrahim-Aql-640x413
(lebih…)

Jauh dimata dekat di hati

tumblr_nm5d2vPSUO1sdmvs1o1_400

Usia kehamilan istri saya telah menginjak 5 bulan, alhamdulillah atas segala nikmat yang telah Allah berikan,semoga istri dan calon anak saya tetap sehat walaafiat hingga proses persalinanya nanti.Tak terasa  sudah sebulan lamanya kami berpisah ,kalau bahasa Bugisnya Long Distance Marriage,hehe.Saat ini istri masih dalam tugas  didaerah Luwu Utara,dan saya sendiri di Surabaya,tetapi walaupun jarak memisahkan beribu-ribu kilometer namun jiwa kami masih tetap dekat,kalau istilah gaulnya jauh dimata dekat dihati.Yah, namanya juga hidup di dunia pasti ada ujian ,dan setiap orang memiliki ujian yang berbeda-beda.
(lebih…)

%d blogger menyukai ini: