Beranda » Artikel » Belajar dari Nadiatul Izzah

Belajar dari Nadiatul Izzah

10981660_812116055529798_2051476792791326952_n 10929937_812116152196455_1287339711611602979_n 10922864_812116105529793_6128170785900160641_n

NADIATUL IZZAH
Pencapaian yang menakjubkan

Nadia sangat ingin mondok di Al-Hikmah Bogor, sejak kelas 4 SD ia sdh beberapa kali datang ke Bogor untuk mendaftarkan diri. Akan tetapi saat itu Al-Hikmah belum memiliki program untuk putri. Kami memintanya bersabar. “ sekarang fokus saja dulu untuk menyelesaikan SD ya” demikian jawaban kami saat itu.

 

Sejak menamatkan SDIT nya Nadia tinggal dirumah, tidak melanjutkan sekolah. Bukan karena ia malas sekolah. Nadia seorang siswi yang rajin belajar, dan itulah sebabnya ia selalu juara di SDIT nya, ia jarang terlempar dari ranking dua. Ia tak sekolah, bukan karena orangtuanya tak mengerti arti pendidikan. Umminya seorang guru di SDIT. Dan ayahnya seorang staf keuangan di sebuah Rumah Sakit Swasta. Nadia dan kedua orangtuanya sepakat tidak sekolah formal karena mereka tidak percaya kurikulum diknas maupun depag yang diterapkan disekolah. Mereka tidak percaya jika sistem pendidikan disekolah umum bisa efektif meningkatkan kecerdasan dan membangun karakter islam.

Diusianya yang baru 12 tahun, ia sudah memerankan seorang ibu. mengurus adiknya yang masih bayi. Memasak untuk untuk kedua orang tuanya dan merawat rumah. Dari pagi sampai sore ummi Nadia ngajar di SDIT dan Abinya kerja dikantor. Sedang kedua kakak laki-lakinya mondok dipesantren Tahfidz Qur’an. Praktis, dari senin sampai jum’at, beban mengurus bayi dan merawat rumah jatuh pada Nadia.

Saat akhir September 2014 kami membuka MAFAZA, sebuah Rumah Tahfidz Qur’an khusus putri dengan program setahun hafal 30 Juz, nadia menjadi pendaftar pertama. Di tiga bulan pertamanya, yakni dari awal Oktober sampai Desember 2014, kami memberinya program berat. Ia bersama rekan2nya diberi metode ziyadah super dan sekaligus dua paket muroja’ah: Leveling dan PMC. Program ini membuatnya sukses menghafal 10 juz sekaligus sanggup mentasmi’kannya. Hafalannya cukup kuat. Dan ia layak mengikuti program SUPER MANZIL.

Sebenarnya hasil screening nadia disuper manzil adalah 17 juz. Namun ia berhasil menuntaskan 30 juz dalam 26 hari. Subhanalloh.. Allohu akbar. Pencapaian yang spektakuler!! Inilah kemudahan dari Alloh sebagaimana yg dikatakan oleh Risqa. Sang peserta tercepat. (baca: santriwati super itu bernama Risqa)

Namun bukan hanya pencapaian tahfidz yang membuat kami memujinya. Nadia adalah peserta SUPER MANZIL yang paling besar rasa sosialnya. Di tengah ketatnya jadwal super manzil, Nadia selalu menyempatkan mengontrol ketersediaan air minum. Ia mengangkat galon air minum supaya posisinya dekat para peserta. Ditengah tingginya target pencapaian, nadia masih memperhatikan kondisi kesehatan teman-temannya. Ia suka ikut membawa temannya yang sakit ke dokter. Ditengah tegangnya atmosmer kompetisi, ia masih selalu mencairkan suasana. Rajin menyapa dan membuat lelucon agar suasana ceria dan santai kembali.

bulan juni tahun 2015 ini, di usia yang baru 14 ini, nadia akan mulai kuliah sastra Arab dan Syari’ah. selanjutnya dua tahun kemudian saat ia berusia 16 thn, ia akan bersiap masuk kedokteran.

Saat umminya ditanya mengenai motivasi mentahfidzkan semua anaknya, dengan semangat beliau menjawab. “kita ingin islam ini kembali berjaya, dan kami berfikir dari Generasi Qur’an lah kita memulainya”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: