Beranda » Perjalanan Menuju Generasi Qur'ani » Mari Menghafal Al-Qur’an

Mari Menghafal Al-Qur’an

cropped-30-juz11.jpg
Tidak ada kitab suci, selain Al-Qur’an yang mudah dihafal dan dipahami. Itu sudah menjadi jaminan Allah Swt dalam memberi kemudahan bagi hamba-Nya, khusus umat Islam dalam mempelajari Al-Qur’an.
Pertama, sebelum menghafal al-Qur’an, kata Ustadz Arham, hendaknya kita menanamkan diri sifat ikhlas dan memahami keutamaan Al-Qur’an. Jika kita ikhlas, Insya Allah, akan ada jalan dan kemudahan untuk menghafal al-Qur’an.

“Dalam pandangan Allah, seorang hafizh (penghafal) al Qur’an memiliki derajat yang tinggi. Sampai-sampai saat Perang Uhud, Rasulullah mencari siapa diantara sahabatnya yang paling banyak hafalan al-Qur’annya,” kata ustadz yang juga seorang hafizh.

Kedua, sungguh-sungguh (mujahadah) dan memiliki tekad yang kuat. Dengan tekad yang kuat, Insya Allah, hasilnya akan dirasakan dalam dua bulan. Ketiga, sabar dan istiqomah.

Keempat, yakin  bahwa menghafal Al-Qur’an itu mudah. Apapun latar belakang dan profesinya, seseorang bila bersungguh-sungguh, dijamin akan mendapat kemudahan untuk menghafalnya. Tidak ada kata terlambat. “Saya menjumpai seorang kakek berusia 60-80 tahun yang menghafal Qur’an 30 juz.

Kelima, memperhatikan adab-adab Qur’an. Keenam, setiap hari harus ada waktu wajib khusus untuk menghafal Qur’an. Jika dilanggar, maka harus dianggap utang. Misalnya, sehabis shalat Subuh, diagendakan untuk menghafal Qur’an sampai pukul 06.00 WIB.

Ketujuh, menetapkan target waktu, baik dari segi jumah yang hendak dihafal. Misalnya, punya target harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan. Kedelapan, hendaknya menghafal Qur’an per surah atau per halaman. Jika langsung per ayat, biasanya  sulit saat menyambung antar ayat.

Kesembilan, hafalan yang ddibaca per halaman atau per surah hendaknya dibaca berulang-ulang sampai kita menjadi akrab  dengan surah tersebut. Untuk itu perlu fokus dan konsentrasi penuh, jangan sampai dialihkan pada hal yang lain, tak terkecuali saat telepon seluler kita bordering.

Kesepuluh, baca dengan tartil, jangan tergesa-gesa. Jika terlalu tergesa-gesa, biasanya hafalannya menjadi kacau. Kesebelas, hendaknya membaca atau menghafal dengan suara yang lantang, sehingga berkesan. Jika kita membaca dengan suara pelan, sulit menghafalnya.

Keduabelas, baca dua kali yang tersambung antar ayat dari awal. Satu jam satu lembar, diusahakan, dan tidak harus menggunakan metode morottal. Ketigabelas, biasakan mengulang surat minimal 10 kali, pagi dihafal, sorenya masih hafal.

Keempatbelas,talaqqi atu perdengarkan hafalan kepada orang yang menguasai ilmu tajwid. Kelimabelas, hendaknya banyak mengulang (murojaah) hafalan. Setelah itu kita menambah hafalan, bukan mengganti hafalan. .

Keenam belas, gunakan mushaf standar. Ketujuhbelas, biasanya disiplin dan memanfaatkan waktu luang, tidak boleh dikalahkan oleh rasa jenuh. Siasatnya adalah mencari suasana baru saat murojaah. “Saya dulu hafalannya di atas genteng,” kata ustadz mengenang.

Kedelapan belas, jauhi segala hal yang sia-sia, seperti ngobrol yang tidak bermanfaat, melamun dan sebagainya. Kedua puluh, hendaknya kita berdoa agar dimudahkan menghafal al-Qur’an, doanya pun seperti orang yang mendapat musibah, sehingga menjadi khusyu,

Tak kalah penting adalah, berazam, sekali menghafal al Qur’an, tidak boleh lupa seumur hidup. Jangan ada kalimat seperti ini: “Dia itu mantan hafizh lho, dulu pernah hafal Qur’an 30 juz.

Itu tadi beberapa tips dari Ustads Arham.Saya juga dalam proses dalam menghafal Al-Qur’an.Waktu menghafal saya adalah setelah shalat subuh ,biasanya saya targetkan untuk menghafal paling tidak sepekan sudah harus lancar satu halaman.Ini juga tergantung dari tiap-tiap orang ,banyak faktor yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas hafalan.Saran saya ,jangan terlalu terburu-buru untuk menambah hafalan sebelum target yang dihafal betul-betul sudah dihafal dengan lancar dan benar.Halaman yang saya ingin hafalkan saya ulangi terus menerus setiap hari ,membaca artinya ,kemudian untuk memperbaiki dan mengoreksi bacaan, saya mendengarkan murotalnya yang telah saya cut khusus pada halaman yang ingin saya hafalkan.

Karena saya tidak mempunyai guru khusus untuk menghafal ,biasanya saya setorkan hafalan kepada seorang kerabat untuk mendengarkan dan mengoreksi bacaan.Baca saja terus menerus kemudian hafalkan sedikit demi sedikit.Awalnya memang agak susah ,namun jika kita tekun dan mampu mengatur waktu dengan baik insya Allah ,Allah akan memudahkan.

Sebelum memulai menghafal ,terlebih dahulu luruskan niat semata-mata hanya untuk mendapatkan ridha Allah,kemudian carilah motivasi yang kuat dan perbaharui terus motivasinya setiap hari,tunaikan hak-hak al-qur’an,serta tanamkan dalam hati bahwa Al-Qur’an adalah pedoman hidup dan  merasa rugilah ketika dalam sehari tidak membaca Al-Qur’an.

Hilangkan penghalang-penghalang yang sebenarnya hanya ada dalam pikiran saja ,mulai menghafal sedikit demi sedikit ,jangan memaksakan untuk menambah hafalan sebelum hafalan sebelumnya lancar.Kalau merasa bacaanya belum terlalu bagus baik tajwid maupun makhrajnya ,sebaiknya belajarlah terlebih dahulu kepada ustads atau orang yang paham.Tidak ada kata terlambat ketika dalam hati yang paling dalam ada keinginan untuk menghafal,bakar semangat dengan membaca kisah-kisah inspiratif tentang orang-orang yang mampu menghafal di usia senja.Kalaupun belum ada keinginan untuk menghafal ,usahakan untuk istiqomah membaca Al-Qur’an setiap hari. Semoga Allah senantiasa meridhai kita dan memberikan petunjuk untuk keselamatan kita di dunia dan akhirat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: