Beranda » Artikel » Dakwah Hati

Dakwah Hati

lelah

Saya ingin menulis dan berbagi pengalaman yang saya alami beberapa hari yang lalu di sebuah mesjid di Surabaya.Apa yang saya lihat ini sebenarnya bukan hal yang baru bagi orang yang telah mengenal dakwah ini. Biasanya orang menyebut dengan jamaah tabligh.Istilah jamaah tabligh adalah nama yang orang-orang Indonesia kenal tentang dakwah ini ,namun sebenarnya mereka tak pernah memberi nama khusus.Dakwah ini sudah sangat berkembang pesat di seluruh dunia.

Saya berusaha menulis apa adanya dan apa yang saya saksikan ,dan sama sekali tidak ada unsur untuk menjelek-jelekkan siapapun.Jadi ceritanya seperti ini,ketika itu waktu dzuhur,saya hendak sholat duhur di mesjid,waktu itu di mesjid ada banyak jamaah tabligh yang berasal dari daerah Jakarta kalau tidak salah jumlahnya sekitar sepuluh orang ,mereka hendak pergi ke daerah Nabire untuk berdakwah.Mereka transit di Surabaya dan menunggu kapal laut yang akan membawa mereka ke Nabire .Seperti biasanya ketika saya hendak masuk mesjid ,salah satu dari mereka mengucapkan salam dan tersenyum kepada saya.Senyumanya khas ,jadi teringat teman-teman di Malili.Rata-rata dari mereka menggunakan baju Arab,dan ada beberapa dari mereka menggunakan surban.Mereka adalah orang-orang yang berusaha menghidupkan sunnah Rasul,saya teringat ketika pertama kali keluar tiga hari saya begitu asing dengan mereka ,namun seiring  dengan berjalanya waktu saya mulai memahami sedikit demi sedikit.

Ada banyak sekali pelajaran yang saya dapat ketika ikut ittikaf bersama mereka.Mulai dari memakai kopiah ketika hendak ke wc ,memakai sendal ketika masuk wc,sholat isra’ sholat tobat dan shalat witir sebelum tidur,Menjilati seluruh tangan ketika selesai makan ,dan masih banyak lagi sunnah-sunnah lainya.Namun yang paling membuat saya takjub adalah kelembutan hati mereka dan keikhlasan mereka dalam membantu dan berdakwah,Okelah ada beberapa dari mereka yang masih belajar .Jadi jangan heran,biasanya ada juga yang berapi-api dalam berdakwah dan masih belum mampu mengontrol emosi,masih kurang toleransi sesama muslim.Bagi orang yang mengenal dakwah ini sudah paham betul ,dan sudah menjadi bumbu-bumbu dalam dakwah.Hal ini karena sebelum mendapat hidayah banyak diantara mereka mantan preman,pemabuk ,penjudi dan sampah masyarakat lainya ,namun satu hal yang pasti ketika kita mengenal mereka ,sebenarnya hati mereka sangat lembut,sangat lembut malah,zahirnya saja yang kelihatan keras.Dan sejarah mencatat bahwasanya sahabat-sahabat yang sebelum mendapat hidayah adalah orang yang liar dan keras,siapa yang tidak kenal Umar ra, siapa yang tidak mengenal Abu Bakar ,siapa yang tidak kenal Bilal bin Rabbah,Hansalah dan lain-lainya.

Dalam dakwah ini kita belajar untuk tidak menjadi siapa-siapa ,dan betul-betul belajar mengikhlaskan diri hanya untuk mendapat ridha Allah,dan menurut saya inilah yang sangat sulit.Pondasi yang dibangun adalah tauhid,la ilaha illalah Muhammadarrasulullah .Ketika dalam hati kita ada sedikit kesombongan ,sulit untuk bertahan dalam dakwah ini.Saya juga tidak menyangkal ,sifat-sifat ini masih ada dalam diri saya.Pun demikian dengan ilmu ,Ilmu itu ada tiga tahapan ,Jika seseorang memasuki tahap pertama ,dia akan sombong,jika dia memasuki tahap kedua ia akan tawadhu'(rendah hati) ,dan jika memasuki tahapan ketiga dia akan merasa dirinya tidak ada apa-apanya.Saya juga pernah bertanya kepada orang ustads yang telah lama dalam dakwah ini.Saya bertanya tentang mengapa buku atau kitab yang sering dibaca hanyalah fadhilah amal,dan beliau menjawab sebenarnya untuk lebih menghindari khilafiah yang bisa memecah hati dan menimbulkan perbedaan pendapat,dan sebenarya tidak ada juga larangan untuk membaca kitab lain.Pecah hati ,konflik dan perbedaan pendapat sebisa mungkin dihindari,hal tersebut terjadi ketika salah serorang diantara kita ,ada yang merasa dirinyi “lebih” dari  yang lain.Wallahu a’lam

Kembali kepada teman yang dari Jakarta tadi,setelah lama berdiskusi dengan pengurus mesjid tentang keinginan mereka untuk ittikaf selama dua hari sembari menunggu kapal .Ternyata pengurus mesjid melarang mereka untuk tinggal di mesjid dan menyuruh mereka ittikaf di tempat lain.Hati kecil saya menangis,sebegitu asingkah Islam sekarang,meraka hanya ingin ittikaf,mereka hanya ingin belajar menghidupkan sunnah rasul.Inikah Islam ?saya teringat dengan kata-kata teman saya.Beliau berkata ,jika kamu beruntung ketika keluar ittikaf dan diusir,diejek,dianggap asing oleh pengurus mesjid dan masyarakat,disitu kau bisa merasakan bagaimana susahnya keadaan rasulullah dan para sahabat dahulu,dalam berdakwah,sehingga Allah SWT akan melembutkan hatimu ,dan mudah untuk menangis ketika beribadah.Rasanya berbeda jikalau kita hanya membaca sirah Nabi.

Saya berharap yang membaca tulisan ini bisa keluar ittikaf bersama mereka ,sehingga tidak ada lagi fitnah atas mereka.Supaya bisa merasakan langsung.Toh akan lebih bijak jika kita langsung bergabung ,daripada dengar-dengar kata orang tentang dakwah ini.kalau cuma dengar-dengar nanti salah dengar dan salah pengertian.Wallahu a’lam..

Semoga kita semua bisa ditutuntun oleh Allah untuk keselamatan kita di dunia dan akhirat kelak ..Allahumma Aamiin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: