Beranda » Artikel » Perkara yang Melalaikan

Perkara yang Melalaikan

Tujuan HidupHari ini saya libur ,tinggal di kost lumayan membuat bosan.Kebetulan pekerjaan saya memakai sistem shift,jadinya tidak seperti kebanyakan PNS lain yang jam kerjanya jelas ,masuk senin pulangnya jum’at ataupun sabtu,saya yang sistem shift jam kerjanya sesuai dengan jadwal.Sempat terpikir untuk pergi mengunjungi tempat-tempat di daerah Surabaya,namun karena cuaca yang teramat panas, jadinya  ditunda dulu.

Saya ingin bercerita tentang ceramah yang sangat menyentuh yang saya dengarkan beberapa hari yang lalu di salah satu mesjid Surabaya.Malam Jum’at disalah satu mesjid,ada agenda rutin  yaitu mendengarkan ceramah untuk memperkuat kembali iman.Harus kita akui ,ditengah hingar bingar kehidupan dunia ,kemajuan teknologi yang semakin pesat ,pola pikir hedonisme,semakin membuat kita lalai dalam beribadah.Yang membawakan ceramah adalah serorang dosen ITS ,salah satu perguruan tinggi ternama di Surabaya.Bahasa yang dibawakan sangat sederhana sehingga semua larut dalam ceramah yang Beliau bawakan.

Inti ceramah yang Beliau bawakan adalah tentang kehidupan dunia hanya senda gurau,kehidupan dunia yang menipu dan dari hari-kehari semakin banyak yang tertipu.Manusia sekarang lebih banyak menghabiskan waktu dengan perkara yang nampak dan kadang hanya memberi sisa waktu dari perkara yang tidak nampak.Perkara yang nampak itu misalnya hartanya ,tahtanya ,anak dan istri.Sedangkan perkara yang tidak nampak yaitu alam kubur,titian shirat,surga dan neraka.Dalam Al-Quran dan Hadits sudah sangat jelas

“ Dan Kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebih – lebihan . “( Al Fajr , 89 : 20 ) ,

“ Sesungguhnya manusia sangat ingkar kepada ( nikmat ) Tuhan-nya. Dan sesungguhnya ( manusia ) atas yang demikian adalah menyaksikan. Sesungguh -nya dia sangat cinta kepada harta benda ( tamak ) “ (Al ‘ Aadiyaat , 100 : 6-8-11 )

“ Sebenarnyalah , sesungguhnya manusia suka melampui batas , karena meman – dang dirinya kaya.” ( Al ‘ Alaq , 96 : 6 – 7 )

“ Dan kalau Allah melapangkan rezeki bagi hamba-hamba-Nya , niscaya mereka melampui batas dibumi. “ ( Asy-Syuuraa , 42 : 27 )

“ Harta dan anak – anak adalah perhiasan hidup didunia , dan amal saleh yang kekal adalah sebaik – baikpahala disisi Tuhan-mu dan sebaik – biak cita-cita.” ( Al Kahfi , 18 : 46 ) ,

“ Hai orang yang beriman janganlah harta-mu dan anak-anak-mu melalaikan kamu dari mengingat Allah . dan barang siapa yang berbuat demikian , mereka itulah orang-orang yang rugi.” ( Al Munaafiquun , 63 : 9 ) , ( QS.An Nuur , 24 : 37 > < QS.At Takaatsur , 102 : 1 – 8 )

“ Dan dihiasi kehidupan manusia itu dengan kecintaan dan kecenderungan kepada wanita – wanita , anak keturunan , harta yang berlimpah dari emas , perak dan kuda tunggangan yang bagus , binatang ternak dan sawah ladang . Itu semua adalah kesenangan hidup didunia , sedangkan disisi Allah – lah tempat kembali yang lebih baik ( surga ) ( Ali’Imraan , 3 : 14 ) ,

“ Sebenarnya kamu ( hai manusia ) mencintai kehidupan dunia dan meninggalkan ( kehidupan ) akhirat “ ( Al Muddatstsir , 74 : 20 – 21 , Al Baqarah , 2 : 86 ) ( Sifat/perilaku umum manusia , dan bukanlah sifat / perilaku manusia calon penghuni surga ) ,

Katakanlah , “ Jika bapak-bapak-mu , anak-anak-mu , saudara-saudar -mu , istri-istri-mu , kaum keluarga-mu , harta kekayaan yang kamu peroleh , perniagaan yang kamu kawatirkan merugi , dan tempat tinggal yang kamu sukai lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan ( dari ) berjihad di jalan – Nya , maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak menunjuki kaum yang fasik.” ( At Taubah , 9 : 24 ) ,

d. “ Hai orang yang beriman janganlah harta-mu dan anak-anak-mu melalaikan kamu dari mengingat Allah . dan barang siapa yang berbuat demikian , mereka itulah orang-orang yang rugi.” ( Al Munaafiquun , 63 : 9 ) , ( QS.24 : 37 > < QS.102 : 1 – 8 )

6.a,“ Dan janganlah kamu memakan harta sesamu dengan batil ( tidak halal) dan kamu bawa perkara-nya kepada hakim supaya kamu dapat memakan sebagian dari harta orang lain dengan cara ( berbuat dosa) sedang kamu mengetahui.” ( Al Baqarah , 2 : 188 ) ,

“ Sesungguhnya orang – orang yang memakan harta anak yatim secara aniaya , sebenarnya yang mereka makan dalam perut mereka adalah api , dan mereka akan masuk kedalam api yang menyala-nyala. ( neraka ) “ ( An Nisaa’ , 4 : 10 )

“ Bagi setiap sesuatu terdapat ujian dan cobaan dan ujian serta cobaan terhadap umatku ialah harta benda.” ( HR. Attirmidzi )

Barang siapa mengumpulkan harta dengan tidak sewajarnya ( tidak benar , zalim ) maka Allah akan memusnahkannya dengan air ( banjir , bah ) dan tanah ( longsor / gempa bumi ) “ ( HR. Al Baihaqi )

“ Harta kekayaan adalah sebaik-baik penolong bagi pemeliharaan ketaqwaan kepada Allah.” ( HR. Adailami ) ,

“ Cinta yang sangat terhadap harta dan kedudukan dapat mengikis agama seseorang. “ (HR.Aththusi )

Apa yang sedikit tetapi mencukupi lebih baik baik daripada banyak tetapi melalai – kan.” ( HR. Abu Dawud ) ,

 “ Sesungguhnya uang dinar dan dirham ini ( Rupiah , dollar dll ) telah membinasakan orang-orang sebelum kamu dan dimasa yang akan datang pun akan membinasakan. “ ( HR. Athabrani , maka berhati-hatilah dalam mencari dan membelanjakannya. , jauhi yang HARAM) ) ,

“ Yang dinamakan kekayaan bukanlah banyaknya harta – benda tetapi kekayaan yang sebenarnya ialah kekayaan jiwa ( hati ) “ ( HR. Abu Yu’la )

“ Wahai ‘ Amru alangkah baiknya harta yang sholeh ditangan orang yang sholeh.” (HR. Ahmad )

“ Tiap menjelang pagi hari dua malaikat turun. Yang satu berdoa, “ Ya Allah , karunia – kanlah bagi orang yang menginfaqkan hartanya tambahan peninggalan.” Malaikat yang satu lagi berdoa , “ Ya Allah timpakan kerusakan ( kemusnahan ) bagi harta yang ditahan-nya ( di bakhilkannya ). ” ( Mutafaq ‘alaih )

“ Orang yang paling dirundung penyesalan pada hari kiamat ialah orang yang memperoleh harta dari sumber yang tidak halal lalu menyebabkannya masuk neraka.” ( HR. Al Bukhari )

“ Janganlah kamu mengagumi orang yang terbentang kedua lengannya menumpah – kan darah. Disisi Allah dia adalah pembunuh yang tidak mati. Jangan pula kamu mengagumi orang memperoleh harta dari yang haram. Sesungguhnya bila ia menafkah – kannya atau bersedekah maka tidak akan diterima oleh Allah dan bila disjmpan hartanya tidak akan berkah. Bila tersisa pun hartanya akan menjadikan bekalnya di neraka. ( HR.Abu Dawud )

“ Hampir saja kemiskinan berubah menjadi kekufuran. ( HR. Athabrani ) , “ Keseng – saraan yang paling sengsara ialah miskin di dunia dan disiksa di akhirat.” ( HR. Athabrani & Asysyihaab )

“ Dan orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak mau membelanjakan – nya dijalan Alloh , maka beri tahukanlah kepada mereka dengan siksa yang pedih . “ ( At taubah , 9 : 34-35 )

Semoga kita semua mendapatkan ridha dari Allah.Wallahu A’lam.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: