Beranda » Balita pun Hafal Al-Qur’an

Category Archives: Balita pun Hafal Al-Qur’an

Tips Dari Ayah Musa, Bocah 5,5 Tahun Penghafal 29 Juz Al Quran

oke-musa

Mau tau tips ayahnya Musa dalam mendidik anaknya, Musa yang berusia 5,5 tahun namun sudah menguasai dan hafal 29 Juz Al Quran.
(lebih…)

Mendidik Anak Sejak Dini

islamedia.co hafal al-quran

Cara mengajari anak membaca alquran sangat penting diketahui oleh para orang tua yang menginginkan anaknya agar bisa membaca alquran dengan benar. Cara mengajari anak membaca alquran bisa kita terapkan di dalam kehidupan sehari-hari, bisa di mulai dari usia sedini mungkin bahkan semenjak bayi belum lahir.

Cara mengajari anak membaca alquran :
(lebih…)

Tabarak dan Yazid Tamamuddin

“Dan telah Kami mudahkan al-qur’an untuk diingat (dijadikan peringatan), maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran.” (QS. Al-Qamar : 17)

Pada dasarnya Allah telah memudahkan manusia untuk menghafal al-qur’an. Menghafal menjadi sulit ketika seseorang tidak mempunyai motivasi yang kuat dan tidak mampu menghindari perbuatan maksiat.

Dalam al-qur’an, Allah telah berjanji bahwa Dia akan menjaga kemurnian dan keotentikan itu sendiri lewat para penghafal al-qur’an.

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-qur’an, dan Kami (pula) yang menjaganya.”
(QS. Al-Hijr : 9)

Salah satu kisah yang menarik untuk disimak adalah kisah Tabarak dan Yazid Tamamuddin, kakak beradik yang tinggal di Jeddah. Mereka berdua berhasil menjadi seorang hafizh -julukan bagi orang yang sudah hafal al-qur’an- ketika keduanya baru berusia empat tahunan.

Tabarak dan Yazid di menara Bosowa

Tabarak, Yazid dan Zainah di Menara Bosowa, Makassar

“Dengan karunia dari Allah, Tabarak telah menghafal al-qur’an secara sempurna”, demikian sambutan Dr. Kamil Labudi, pegawai farmasi, ketika berbicara tentang anaknya yang masih berusia empat tahun dan telah mampu menghafal al-qur’an 30 juz dalam kurun waktu satu setengah tahun.”

Beliau juga mengatakan, “Anakku telah menghafal surah al-fatihah dan mu’awwidzatain(al-falaq dan an-naas) ketika usianya belum genap dua tahun. Aku mengambil kesempatan dari kesukaannya akan buah zaitun untuk terus mengulang-ulang membaca surah at-tiin. Aku terus mengulang-ulangi membacakan surah ini selama ia memakan biji-bijian zaitun.”

Tabarak dan Yazid di solo

Tabarak, Yazid dan Zainah beserta Syekh Ali ketika di UNS Solo

Pada awal penikahan, kedua orang tua Tabarak sepakat untuk mengikuti program khusus menghafal al-qur’an. Keduanya mampu menghafal tujuh juz: juz tabarak, juz ‘amma dan surah al-fatihah hingga surah an-nisa’. Hingga kemudian ibunya, Rasya Gayar, berhenti karena hamil dan melahirkan Tabarak. Ini kemudian membuat hanya sang ayah yang meneruskan untuk menghafal al-qur’an secara lengkap. Meski demikian, ibunda Tabarak akhirnya mampu mengkhatamkan al-qur’an bersama anaknya, Tabarak, setelah ia menghafal al-qur’an.

Zainah

Zainah (hafal al-qur’an ketika berusia 5 tahun) dan Mawaddah, adik dari Tabarak dan Yazid

“Selain menghafal al-qur’an, Tabarak juga menghafal Qa’idah an-Nuraniyyah, Qira’ah Sab’ah (kaidah qira’ah yang tujuh), dua nazam (kaidah) tajwid: yang satu terdiri atas lebih dari 150 bait syait, sedangkan yang lain terdiri atas lebih dari 80 bait”, ujar Dr. Kamil.

Beliau senantiasa menemani Tabarak dan teman-temannya selama ia menghafal al-qur’an. Ini terutama karena anak dalam fase usia dini memiliki kekuatan hafalan yang tinggi. Dr. Kamil dan ibunda Rasha menyediakan mereka susu dan kurma, demi menghidupkan sunnah Nabi. Hal ini dilakukan kepada putranya sejak awal ia menghafal.

Penghafal al-qur’an termuda di dunia ini terus mengulang-ulangi bacaan ayat-ayat al-qur’an untuk adiknya, Yazid Tamamuddin, yang lebih muda satu setengah tahun darinya. Adiknya sudah hafal dua belas juz al-qur’an ketika itu. Ia “iri” pada sang kakak yang mendapatkan perhatian lebih dari orang tuanya. Karena itu, sang adik berusaha untuk meniru agar memperoleh hadiah yang telah diberikan ayah ibunya pada kakaknya. Hal inilah yang menjadikan sang adik dapat membaca ayat-ayat al-qur’an, buku, juga koran sebelum ia masuk sekolah.

Mesjid baitullah BI

Di Masjid Baitul Ichsan Bank Indonesia

Syekh ali

Tabarak, Yazid dan Zainah bersama Syekh Ali Jabir di Masjid Baitul Ichsan Bank Indonesia

Dari kisah di atas, setidaknya ada tiga pelajaran penting yang dapat kita ambil.Yaitu pertama, pada hakikatnya semua orang tua berpotensi untuk mencetak generasi yang hafal al-qur’an, tapi semuanya bergantung pada kemauan dan usahanya. Kedua, para penghafal al-qur’an akan dimuliakan oleh Allah baik di dunia maupun di akhirat. Ketiga, menghafal al-qur’an itu tidak mengenal batasan usia. Usia berapa pun dapat dilakukan. Tapi perlu digarisbawahi bahwa para balita tersebut hafal al-qur’an bukan secara otomatis, tapi hasil didikan sejak dini dari orang tuanya. Karena pada usia dini adalah kesempatan emas bagi orang tua untuk melakukan pendidikan yang baik, termasuk mendidik anak untuk cinta dan menghafal al-qur’an.

Foto-foto di bawah ini ketika di Masjid Az-Zikra Sentul, Bogor :

 dr kamil dan putra

 Dr. Kamil beserta putra-putri beliau dan Ust. Salafuddin

Si kecil sedang di tes

 ‘Si kecil’ sedang dites hafalan

Ekspresi ketika di beri buah manggis

 Ekspresi ketika diberi buah manggis

Bersama ustads arifin ilham

Bersama Ust. Arifin Ilham dan Ust. Salafuddin

Semoga bermanfaat dan dapat menginspirasi, serta memotivasi kita  untuk menghafal al-qur’an.

Semoga kita juga dianugerahkan rezeki-Nya berupa anak keturunan yang hafizh dan hafizhah qur’an. Aamiin…

%d blogger menyukai ini: